Mahasiswa Akademi Kesehatan Gigi Kendari Latihan Screening Gigi Massal di Sekolah

Mahasiswa Akademi Kesehatan Gigi Kendari Latihan Screening Gigi Massal di Sekolah

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara menyeluruh. Sayangnya, masih banyak anak usia sekolah yang belum memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi sejak dini. Kebiasaan menyikat gigi yang kurang tepat, konsumsi makanan manis berlebihan, serta minimnya pemeriksaan rutin sering menjadi penyebab munculnya berbagai masalah gigi pada anak. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Akademi Kesehatan Gigi Kendari melaksanakan kegiatan latihan screening gigi massal di sekolah sebagai bentuk pembelajaran lapangan sekaligus kontribusi nyata kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu program praktik mahasiswa untuk mengasah kemampuan profesional di bidang kesehatan gigi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi gigi dan mulut para siswa. Melalui pengalaman lapangan ini, mahasiswa tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga meningkatkan kemampuan komunikasi, edukasi kesehatan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Pentingnya Screening Gigi Sejak Usia Sekolah

Usia sekolah merupakan masa penting dalam pertumbuhan gigi anak. Pada fase ini, gigi susu mulai tanggal dan digantikan oleh gigi permanen. Jika kesehatan gigi tidak dijaga dengan baik, anak berisiko mengalami karies, radang gusi, susunan gigi tidak rapi, hingga gangguan makan dan bicara.

Screening gigi massal menjadi langkah awal untuk mendeteksi berbagai masalah tersebut. Pemeriksaan sederhana namun terarah dapat membantu menemukan gangguan kesehatan gigi sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Bagi pihak sekolah, kegiatan seperti ini juga sangat bermanfaat karena membantu memantau kesehatan siswa. Sementara bagi orang tua, hasil pemeriksaan dapat menjadi informasi penting agar anak segera mendapatkan perawatan lanjutan jika diperlukan.

Mahasiswa Belajar Menjadi Terapis Gigi Profesional

Dalam kegiatan screening massal ini, mahasiswa Akademi Kesehatan Gigi Kendari menjalankan peran sebagai calon terapis gigi profesional. Mereka dibimbing oleh dosen dan tenaga pendamping agar mampu menerapkan ilmu yang telah dipelajari di kelas ke situasi nyata.

Baca Juga: Edukasi Konseling Diet Gigi oleh Akademi Kesehatan Gigi Kendari Tingkatkan Kesadaran Siswa

Mahasiswa belajar bagaimana menyambut siswa dengan ramah, menjelaskan proses pemeriksaan, hingga membuat anak merasa nyaman selama kegiatan berlangsung. Hal ini penting karena banyak anak yang merasa takut ketika berhadapan dengan pemeriksaan gigi.

Selain itu, mahasiswa juga berlatih bekerja secara sistematis dan teliti. Setiap siswa diperiksa satu per satu dengan prosedur yang rapi dan higienis. Pengalaman ini menjadi bekal berharga ketika nanti mereka memasuki dunia kerja di klinik, puskesmas, rumah sakit, maupun praktik mandiri.

Tahap Pemeriksaan Odontogram

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah pemeriksaan odontogram. Odontogram merupakan catatan kondisi setiap gigi yang dituangkan dalam bentuk diagram atau kartu status kesehatan gigi. Melalui pemeriksaan ini, mahasiswa dapat mengetahui kondisi gigi siswa secara lebih rinci.

Beberapa hal yang dicatat dalam odontogram antara lain:

  • Gigi berlubang atau karies
  • Gigi susu yang goyang dan belum tanggal
  • Susunan gigi yang tidak teratur
  • Karang gigi atau calculus
  • Gusi bengkak atau mudah berdarah
  • Gigi yang hilang atau patah

Pencatatan ini membutuhkan ketelitian tinggi. Mahasiswa harus mampu membedakan kondisi gigi normal dan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Dengan latihan rutin seperti ini, kemampuan analisis klinis mahasiswa semakin meningkat.

Suasana Kegiatan di Sekolah

Kegiatan screening gigi massal biasanya dilaksanakan di ruang kelas, UKS, atau aula sekolah yang telah disiapkan. Para siswa datang secara bergiliran sesuai jadwal agar proses berjalan tertib.

Mahasiswa menyiapkan alat pemeriksaan sederhana seperti kaca mulut, pinset, sarung tangan, masker, dan lembar pencatatan hasil pemeriksaan. Kebersihan alat dan keamanan siswa menjadi prioritas utama selama kegiatan berlangsung.

Suasana kegiatan umumnya berlangsung hangat dan menyenangkan. Mahasiswa berusaha menciptakan suasana santai agar siswa tidak tegang. Beberapa mahasiswa juga mengajak siswa berbincang ringan tentang kebiasaan menyikat gigi dan makanan favorit mereka.

Pendekatan yang ramah ini terbukti efektif membuat siswa lebih kooperatif. Anak-anak pun menjadi lebih antusias mengikuti pemeriksaan dan bertanya seputar kesehatan gigi mereka.

Edukasi Menyikat Gigi yang Benar

Selain pemeriksaan, mahasiswa juga memberikan edukasi tentang cara menjaga kesehatan gigi. Materi yang disampaikan dibuat sederhana agar mudah dipahami siswa sekolah dasar maupun menengah.

Beberapa pesan penting yang disampaikan antara lain:

  • Menyikat gigi minimal dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur
  • Menggunakan pasta gigi berfluoride
  • Menyikat gigi dengan gerakan yang benar dan lembut
  • Mengurangi makanan dan minuman manis berlebihan
  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayur
  • Rutin memeriksakan gigi ke fasilitas kesehatan

Biasanya edukasi dilakukan dengan metode interaktif, seperti demonstrasi menyikat gigi menggunakan model gigi, tanya jawab, dan permainan sederhana. Cara ini membuat siswa lebih mudah memahami dan mengingat pesan kesehatan.

Manfaat Besar bagi Mahasiswa

Kegiatan lapangan seperti screening massal memberi banyak manfaat bagi mahasiswa Akademi Kesehatan Gigi Kendari. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga mengembangkan soft skill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.

Beberapa manfaat tersebut meliputi:

1. Melatih Kepercayaan Diri

Berinteraksi langsung dengan masyarakat membuat mahasiswa lebih percaya diri dalam memberikan pelayanan kesehatan.

2. Meningkatkan Ketelitian

Pemeriksaan gigi membutuhkan pengamatan detail. Hal ini melatih mahasiswa untuk bekerja cermat dan akurat.

3. Mengasah Komunikasi

Mahasiswa belajar berbicara dengan anak-anak, guru, dan pihak sekolah secara profesional dan santun.

4. Menumbuhkan Jiwa Pengabdian

Melalui kegiatan sosial ini, mahasiswa memahami bahwa profesi kesehatan juga berkaitan erat dengan pelayanan masyarakat.

Dampak Positif bagi Sekolah

Sekolah sebagai lokasi kegiatan juga memperoleh banyak manfaat. Screening massal membantu pihak sekolah mengetahui kondisi kesehatan gigi para siswa secara umum. Jika ditemukan masalah tertentu, sekolah dapat menyampaikan kepada orang tua untuk segera ditindaklanjuti.

Selain itu, kegiatan ini turut meningkatkan kesadaran lingkungan sekolah tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi. Guru dapat melanjutkan edukasi melalui kebiasaan harian seperti mengingatkan siswa menyikat gigi dan membawa bekal sehat.

Kerja sama antara institusi pendidikan kesehatan dan sekolah menjadi contoh kolaborasi positif yang memberi dampak nyata bagi generasi muda.

Tantangan di Lapangan

Meski bermanfaat, kegiatan screening massal juga memiliki tantangan tersendiri. Beberapa siswa terkadang merasa takut diperiksa atau sulit duduk tenang selama proses pemeriksaan. Ada pula siswa yang malu menunjukkan kondisi giginya.

Di sinilah mahasiswa belajar pentingnya pendekatan psikologis. Dengan sikap sabar, ramah, dan komunikatif, mahasiswa dapat membuat siswa merasa nyaman. Tantangan lain adalah keterbatasan waktu jika jumlah siswa cukup banyak, sehingga mahasiswa harus bekerja cepat namun tetap teliti.

Pengalaman menghadapi tantangan nyata seperti ini menjadi pelajaran penting yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.

Komitmen Mencetak Tenaga Kesehatan Berkualitas

Melalui kegiatan screening gigi massal di sekolah, Akademi Kesehatan Gigi Kendari menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan gigi yang kompeten dan siap terjun ke masyarakat. Mahasiswa didorong untuk memiliki kemampuan akademik, keterampilan klinis, serta kepedulian sosial yang seimbang.

Model pembelajaran berbasis praktik lapangan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Lulusan tidak hanya paham teori, tetapi juga siap menghadapi berbagai situasi nyata dalam pelayanan kesehatan.

Penutup

Kegiatan latihan screening gigi massal di sekolah menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa Akademi Kesehatan Gigi Kendari. Melalui pemeriksaan langsung, pencatatan odontogram, dan edukasi kesehatan, mahasiswa belajar menjadi calon tenaga profesional yang terampil dan peduli masyarakat.

Di sisi lain, siswa sekolah mendapatkan manfaat besar berupa deteksi dini masalah gigi serta pengetahuan tentang cara menjaga kesehatan mulut. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran terbaik tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui pengabdian langsung di tengah masyarakat.

Dengan terus menghadirkan program serupa, Akademi Kesehatan Gigi Kendari berperan penting dalam menciptakan generasi muda yang sehat, percaya diri, dan memiliki senyum cerah di masa depan.

admin_4a91k3sz
https://akgkendari.ac.id